Di bawah terik sinar matahari sepulang sekolah, saya menuju Kantor Cabang Bank BRI terdekat. Sesampainya di sana, sudah banyak orang yang duduk di bangku menunggu antrian pelayanan. Hampir semua bangku terisi, hanya menyisakan satu atau dua bangku saja yang kosong.
Sembari menunggu antrian, saya mengamati orang-orang sekitar. Ada yang ingin melakukan transaksi menabung, ada yang akan mengambil uang, ada yang ingin melakukan transfer, dan ada juga yang ingin mengajukan pinjaman. Berbagai jenis transaksi saya saksikan saat itu.
Sesaat menunggu, tibalah giliran saya. Saya melangkahkan kaki menuju meja depan. Seorang bapak-bapak dengan kemeja putih dan rambut klimis sudah berdiri menunggu saya dengan senyuman yang hangat. Dengan ramah dia pun berkata “Selamat Siang, Ada yang bisa dibantu?”.
Saya mengutarakan keinginan untuk membuka rekening Simpedes kepada bapak tersebut. Beliau lalu menjelaskan dengan sangat detail apa saja syarat-syarat yang dibutuhkan untuk membuka rekening tabungan.
Saya menyerahkan semua berkas persyaratan kepada beliau. Dengan cekatan bapak tersebut membuatkan saya rekening bank dan meminta saya untuk menandatangani buku tabungan. Setelah itu beliau menyerahkan buku tabungan kepada saya. Kala itu saya tidak mendapatkan kartu ATM, sehingga setiap kali ingin melakukan transaksi menabung ataupun mengambil uang, saya harus datang ke Kantor Bank BRI.
Dua puluh tahun sudah berlalu sejak saya menjadi nasabah Bank BRI, sudah banyak sekali perubahan yang terjadi. Tak hanya bangunannya yang tambah bagus, tetapi juga dari segi pelayanannya yang meningkat.
Pesatnya perkembangan teknologi dan digitalisasi yang terus berjalan membuat semua pihak dituntut harus cepat melakukan adaptasi dan inovasi, tak terkecuali dengan Bank BRI. Mulai dari SMS Banking, Mobile Banking, Internet Banking dan produk layanan lainnya.
Dengan adanya digitalisasi BRI dapat meningkatkan efisiensi operasional, sebab nasabah mendapatkan kemudahan akses dan lebih cepat. Jika dahulu ketika akan melakukan transaksi harus datang ke bank, saat ini saya bisa melakukannya cukup dari rumah, hanya dalam genggaman tangan.
Selain itu, dengan adanya adopsi teknologi seperti AI atau Artificial Intelligence dan data analysis, lembaga keuangan dapat mengidentifikasi pola perilaku nasbah, meningkatkan kebijakan risiko, dan menciptakan produk-produk yang inovatif.
Dengan kata lain, digitalisasi perbankan tidak hanya menjawab tuntutan pasar, tetapi juga membawa dampak yang positif dalam mengoptimalkan layanan perbankan dan mendorong pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan. Tak heran jika digitalisasi menjadi sebuah kebutuhan mendesak saat ini karena dampak positifnya yang signifikan terhadap industri keuangan dan masyarakat secara keseluruhan.
Dari sekian banyak produk layanan Bank BRI, yang paling saya sukai adalah aplikasi BRImo. Fitur-fitur yang terdapat di aplikasi BRImo lebih lengkap dibandingkan dengan SMS Banking. Melalui aplikasi BRImo saya dapat melakukan transfer uang, top up e-wallet, beli pulsa dan paket data, bayar tagihan listrik, bayar BPJS, dan lain-lain. Selain itu, saya juga dapat berinvestasi dengan aplikasi BRImo, seperti pembelian SBN, Deposito, ataupun tabungan emas.
![]() |
| Tampilan screenshot aplikasi BRImo |
Ada beberapa cerita dari pengalaman saya terkait dengan kemudahan melakukan transaksi berkat adanya digitalisasi BRI. Contohnya saat itu ibu mertua saya ingin mengirimkan uang kepada tante yang ada di Jakarta. Uang itu akan segera dipakai, jadi harus segera dikirimkan, padahal posisi saat itu sudah malam hari dan turun hujan deras. Dengan aplikasi BRImo, saya bisa langsung mentransfer malam itu juga.

.png)
